SAHABAT ANAK KITA

Blog ini berisi informasi-informasi update dari Pustaka Lebah

Tuesday, 16 July 2013

Pengasuh Gratisan yang Mencerdaskan



Sebagian orangtua atau pengasuh sering meletakkan balita di depan televisi ketika mereka menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Hal yang berbeda dilakukan oleh ibunya Qurrota Aini, penulis cilik yang meraih rekor Muri pada 2005. Pengasuh gratisan dipilih untuk mengasuh Aini “Mama dulu enggak punya pembantu, supaya beliau bisa beres-beres rumah, aku dimasukkan ke boks bermain sambil ditemani buku dan majalah anak-anak. Katanya, kalau sudah dikelilingi buku, aku anteng banget,” ungkap Aini. Ya, pengasuh itu bernama buku.
Tak heran bila di umur 3 tahun, Aini mulai menunjukkan minat membaca dan menulis. “Aku sering tiba-tiba minta diajarin bikin huruf A. Setelah diberikan contoh, aku langsung meniru di kertas. Sampai akhirnya semua huruf selesai dipelajari. Makanya di umur 4 tahun, aku sudah lancar membaca dan menulis. Sejak itu, aku sering menulis perasaanku, seperti ‘mama cerewet’, ‘ayah jahat’, ‘adik menangis terus’. Pokoknya, kalau aku kesal atau senang, aku tulis.”
Karena aku senang membaca dan menulis perasaannya, sang ibu menganjurkan Aini menulis buku harian. Karena Aini juga bisa menggambar, ia melettakkan gambarnya di buku harian “Jadi aku menambahi gambar-gambar di sebelah tulisannya, seperti membuat komik sendiri.”
“Suatu hari, aku baca di majalah anak-anak tentang Faiz yang penulis cilik. Aku bilang sama Mama, aku pengin kayak dia. Hebat banget. Mama bilang, bisa aja. Toh, tulisanku sudah banyak, tersebar di mana-mana di rumah. Akhirnya aku kumpulin, terus salah satunya aku kirim ke harian Republika. Eh, cerpen yang aku kirim, judulnya ‘Pengalamanku Ikut Lomba’, dimuat sebulan kemudian. Umurku waktu itu 6 tahun. Tentu saja aku senang. Akhirnya, aku menulis terus, apa saja, cerpen, novel, dan puisi,” ujar alumni SDIT Insan Mandiri, Jakarta Selatan ini.

Kesenangan menulis dan membaca tidak mengganggu aktivitas belajar Aini di sekolah, buktinya Juli lalu Aini lulus ujian SD dengan nilai yang cukup memuaskan. Ia mendapatkan 9,25 untuk matematika, 9,00 untuk Bahasa Indonesia, dan 9,25 untuk Ilmu Pengetahuan Alam dan Sains. Aini menduduki peraih nilai tertinggi kedua di sekolahnya. Menurutnya Aini nilai-nilai tersebut merupakan hasil belajar, do’anya dan juga dukungan orangtua serta guru-guru di sekolahnya.

Penulis : Kokonata Description: Pengasuh Gratisan yang Mencerdaskan Rating: 4.5 Reviewer: Wishnu Rahardjo - ItemReviewed: Pengasuh Gratisan yang Mencerdaskan

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Harap gunakan bahasa yang sopan dan santun